Laman

Kamis, 27 November 2014

Bertambah Angka



Selubungi aksara
dalam dentukan nadanada
sepersekian detak detik
ciptakan kuasa

Tergoyah rasa
dalam selimut masamasa
sepersekian nuansa
ciptakan ingatan

Bersama doa
dalam siulan dewi petang
sepersekian anggukan
ciptakan harapan

Tiba
penyatuan aksara
bersama galeri rasa
Lantunan doa
teruntuk kawan yang mencapai angkaangka
terucap usia

Sabtu, 22 November 2014

Hadiah Senja

Sunyi. Kegelapan ini membuatku mencari sosok yang tak terjumpai siang tadi. Terdengar jeritan dari lorong belakang. Tak membuang waktu, aku mendapati kau tersungkur bersama gantungan biru. Cahaya dari benda itu, membantuku menemukanmu.

Aku bersiap mengangkat, membawamu kembali. Namun, tanganmu menolak. Kau memilih merangkak untuk gantungan biru itu. Aku tak mengerti akan pikiranmu.

Jalanmu tak seimbang, aku masih di belakang. Penerangan mulai terlihat. Kau menambah kecepatan, namun gagal. Jatuh, kembali kutawarkan bantuan  tetap saja tak kau terima.

Kini tak ada lagi lorong hitam. Kau lebih tegap. Semangat dari dalam itu kian membara. Senyum terlukis kembali, dalam goresan luka di bibir. Matamu lebam, namun tak meredam sinar indahnya. Entah, siapa yang telah membuatmu terluka. Namun aku yakin, kini ia tak dapat tertawa. Harapanmu tak padam hanya karena goresan-goresan pada badan.

“Sindy, kau butuh istirahat.” Aku mulai khawatir mengenai kondisimu.

“Aku tak apa, Do.”

Perjalanan panjang, kuharap segera berakhir. Akan kuterima semua resiko dari perbuatan ini. Aku menatapmu. Tak percaya, wanita sepertimu dapat setegar itu. Kini kumengerti, kekuatan wanita tak terlihat, namun terpancar. Keseriusanmu membuat hatiku ngilu.

“Aku yakin di sekitar sini.” Kau mencari tempat yang telah terikat oleh janji.

“Pasti ada tanda.” Mataku mencari.

“Aaw …!” Kau menjerit.

Aku membalikkan badan. Kau tertangkap oleh seseorang. Tak kuketahui, senjata yang ia pegang mengarah padamu. kucoba menghentikan, namun tak ia dengar. Kuarahkan pukulan tepat pada kepala bagian bawahnya. Terlambat, kau terluka.

Cukup lama kupandangi goresan di hadapan. Rasanya semua masih sama. Haruskah ada perubahan? Perubahan yang kau bawa bersama tenggelamnya senja. Kau telah tiada.

Genap usia 3 hubungan aku dan dirimu. Gantungan biru itu tergenggam erat. Aku yang membuat rencana namun tak disangka, semuanya berbeda. Kini telah terlukis kisah yang selamanya tak akan terlupa, hingga aku tenggelam bersama senja.

Jumat, 21 November 2014

Gadis Kecil


Gadis kecil goreskan aksara
di balik jendela asmara
penuhi nuansa
yang ‘kan datang ke masa

Gadis kecil lukiskan pesona
di balik pekatnya rasa
dalam rona kehitaman
yang menjulur ke bintang

Gadis kecil merenungi kisah
di balik kesaksian raga
dalam ikatan kata
yang ternoda ke jiwa
 

Di balik jendela asmara
Di balik pekatnya rasa
Di balik kesaksian raga
Gadis kecil tersiksa