Hidup
ini pilihan!
Ah, siapa pula yang masih asing dengan kalimat itu. Tentu
aku maupun kalian sudah membaca, bahkan mendengar dari beberapa orang mengenai
kalimat itu. Makna kalimat yang sederhana sebenarnya, dimana kita diharuskan
memilih dari berbagai macam pilihan yang tersedia, dan ketika aku membaca kuis
GWP yang mengharuskan aku untuk memilih satu kota diantara banyaknya kota
sedunia. Baru aku menyadari, memilih itu amatlah sulit.
Jika mendapat
pertanyaan kota mana yang ingin dikunjungi? Jawabanku seluruh kota di dunia ini
tentunya. *Ah, amat serakah rupanya diriku ini. Tapi bila pertanyaan itu
disisipi kata “paling” sehingga menjadi pertanyaan, kota mana yang paling ingin
dikunjungi? Jawabanku ialah kota Madrid.
Jujur awalnya sama sekali tak mengerti bahwa Madrid
adalah nama sebuah kota, bahkan ibu kota di salah satu negara maju yang selalu
mendapat julukan Negeri Matador itu. Awal aku mengenal Madrid tentu saja dari
salah satu aset terbesar kota tersebut, sepak bola.
Tempat yang pertama kali ingin aku kunjungi di
Madrid ialah markas Real Madrid itu sendiri, Estadio Santiago Bernabeu. *Wajar saja
untuk seorang Madridista. Membayangkan berada di tengah-tengah ribuah suporter Real
Madrid yang memenuhi Estadio Satiago Bernabeu rasanya saja sudah melayang tak karuan
entah kemana, apalagi bila mimpi itu benar-benar terwujud. *Ah, Bismillah.
Bila membicarakan tempat-tempat yang seharusnya aku
kunjungi di Madrid, memang aku tak begitu mengetahui. Namun bila berbicara
mengenai apapun yang bersangkut paut dengan Real Madrid, akan aku jawab,
lumayan.
Mencari tempat-tempat yang hanya sekedar mencari tahu
tanpa sebesit rasa suka ternyata amatlah hambar. Beberapa kali aku mencari tahu
tempat-tempat indah yang berada di Madrid, tapi tak begitu menarik. Walau tentu
saja tempat-tempat itu amatlah indah, seperti Plaza Mayor, Puerta de Alcala,
Buen Retiro Park, dan tentu saja pertunjukan adu banteng (Matador, julukan bagi
orang yang melawan banteng atau bullfighting). *tapi bila mendapat kesempatan untuk
mengunjungi tempat-tempat itu, aku pasti mau.
Aku memilih kota Madrid, karena menyukai salah satu
klub sepakbolanya, Real Madrid. Dan andai saja aku bisa menjadi supporter sekaligus
penonton yang duduk di kursi berkapasitas sekitar 120.000 itu saja, aku amat
Alhamdulillah.
Nah itulah mengapa aku mengukir nama Madrid sebagai
daftar kota pertama yang paling ingin aku kunjungi. Ya, walaupun masih bermimpi
untuk ke sana, tapi aku harus selalu yakin ada jalan menuju Madrid.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar